Demimasa News|YouTuber Putra Siregar Dikabarkan Ditangkap

by -156 views

Batam|Demimasanews.com
Seorang YouTuber sekaligus pengusaha muda dari kota Batam Putra Siregar dikabarkan ditangkap
Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kanwil Jakarta.

Ditangkapnya pengusaha muda itu dikabarkan melakukan kegiatan yang melanggar kepabeanan,atas sejumlah peredaran barang-barang ilegal.

Atas penangkapan owner PS Store itu telah dibenarkan pihak Bea dan Cukai kanwil Jakarta.
Melalui Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Bea Cukai Kanwil Jakarta, Ricky Mohamad Hanafie, (Dikutip dari CNBC) Penangkapan Inisial PS yang telah beredar luas tersebut adalah benar Putra Siregar.

“Iya, benar (Putra Siregar),” kata Ricky saat dikonfirmasi inisial dari PS atau Putra Siregar dalam sambungan telepon kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/7/2020).

Disampaikannya juga Proses dan berkas penangkapan di Bea dan Cukai tersebut telah rampung dikerjakan untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak Kejaksaan.

“Proses di Bea Cukai sudah selesai. Ditangkap dan diserahkan ke Kejaksaan untuk menjalani proses pengadilan dan persidangan,” katanya.

Atas beredarnya kabar penangkapan Pengusaha muda kota Batam itu,banyak Netizen yang tidak percaya,menganggap hal itu merupakan informasi yang tidak benar, untuk memastikan Informasi yang telah beredar luas di media sosial tersebut,media ini belum berhasil menemui pihak pihak terkait untuk penjelasan dan kebenarannya.

berikut info penangkapan yang dimuat di akun Instagram Bea dan Cukai dimana telah disukai puluhan ribu dan dikomentari enam ribuan orang Netizen.

bckanwiljakarta Bea Cukai secara konsisten terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan peredaran barang-barang ilegal. Pada hari Kamis, tanggal 23 Juli 2020, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta telah melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan. Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,-.

Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan Tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara ( Dhanapala Recovery ) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000,-, rumah senilai Rp 1,15 Milyar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000,-.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal.

Nah Sobat K’Jak, yuk lebih bijak dan berhati-hati dalam berbelanja meski diiming-imingi dengan harga yang murah. Jangan sampai Sobat membeli produk-produk yang ilegal ya. Karena berbelanja produk #legalitumudah kok.
(Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *