Ramai-Ramai Kembalikan Uang Korupsi,Kejari Batam MasihTetapkan Satu Orang Tersangka

by -302 views

Batam|Demimasanews.com
Setelah menunggu proses beberapa bulan akhirnya
Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menetapkan Sekretaris Dewan DPRD Kota Batam(AL) sebagai tersangka.

dimana Penetapan tersebut atas dugaan korupsi anggaran belanja konsumsi unsur pimpinan DPRD Kota Batam yang dikelola oleh Sekretaris Dewan (Setwan).

Penetapan salah satu tersangka ini disampaikan oleh Kepala Kejari Batam,Dedie Tri Hariyadi dalam rilis perkembangan penyidikan dugaan korupsi yang ada tubuh Setwan DPRD Kota Batam tersebut,bertempat di lantai II Gedung Kejari Batam, Batam Center, Kamis (6/8/) sore hari.

Dalam penyampaiannya,Dedie menerangkan atas penetapan tersangka AL, adalah merupakan pihak yang paling bertanggungjawab dalam hal pengelolaan anggaran belanja untuk unsur pimpinan DPRD Batam.

“Penetapan tersangka berlaku hari ini, oleh karena itu langsung kita umumkan sebagai bentuk tranparansi penyelidikan yang telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu,”katanya.

lebih lanjut Dedie menjelaskan, tersangka inisial AL adalah merupakan unsur pejabat Sekretaris Dewan DPRD Kota Batam.

Total kerugian Negara atas korupsi
dimana terungkap telah dilakukan sejak tahun 2017 hingga 2019 ini,dimana dijelaskannya berjumlah total Rp 2,16 miliar.
“Kerugian Negara ini, merupakan hasil penghitungan yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Kepulauan Riau,”ungkapnya.

Atas ditetapkannya tersangka AL diinformasikan,masih berada di Kejaksaan Negeri Batam,dan selanjutnya akan dipindahkan ke rumah tahanan,terlihat
mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Batam sudah menunggu di depan pintu masuk kantor Kejaksaan tersebut.

Perlu diketahui atas kasus ini sebelumnya, Kejari Batam sudah menerima pengembalian uang sebanyak Rp 160.072.000 dari 12 orang saksi,atas kasus dugaan korupsi anggaran belanja konsumsi pimpinan DPRD Batam.

Adapun rincian pengembaliannya yang telah diterima dari RG senilai Rp 9,8 juta (penyedia); RG senilai Rp 22 juta (penyedia); LR senilai Rp 10 juta (PPTK tahun 2017); dan RFS senilai Rp 16 juta (PPTK tahun 2018).

Selanjutnya dari TRJ senilai Rp 3 juta (penyedia); DRT senilai Rp 8,412 juta (penyedia); MRL senilai Rp 15 juta (PPTK tahun 2019); AWN senilai Rp 3,7 juta (penyedia); dan MK senilai Rp 9,8 juta (penyedia).
Kemudian, RRD senilai Rp 14 juta (penyedia); RRD senilai Rp 7,360 juta (penyedia); serta TF senilai Rp 41 juta (PPK).

“Dari 12 saksi, satu di antaranya Wakil Ketua DPRD Batam inisial MK yang merupakan legislator dari Partai Nasdem,” jelas Didie saat itu./Redaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *