Rokok Luffman & Hmind Polos Tanpa Merekat Pitai cukai Beredar Luas di Kota Batam

by -445 views

Batam|Demimasanews.com
Upaya pemerintah untuk memberantas peredaran barang-barang illegal dinilai belum membuahkan hasil,meski telah melakukan berbagai cara dan kebijakan yang dianggap perlu.berbagai hal dan kebijakan tersebut di lakukan tentunya untuk menekan peredarannya yang diamini telah merugikan masyarakat dan Negara secara besar-besaran.

kebijakan baru baru ini, pemerintah telah mencabut fasilitas bebas cukai bagi barang kena cukai di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB) atau free trade zone (FTZ) di Batam, Bintan, Karimun dan Tanjung Pinang.

Dan kebijakan tersebut telah diberlakukan sejak 17 Mei 2019 tahun lalu,dengan tujuan untuk memaksimalkan pendapatan negara, serta menekan angka kerugian atas peredaran barang barang illegal.

Walau Telah diberlakukannya pencabutan fasilitas tersebut,namun masih di sayangkan,peredaran rokok yang dianggap illegal masih tetap terjadi di Kota batam-Kepulauan Riau,bahkan jenis rokok yang diduga ilegal tersebut,telah menembus pasar nasional.selain di kepri dan Riau daratan,propinsi lainnya juga telah beredar yakni sumatera Utara dan sumatera bagian selatan bahkan rokok tanpa pita cukai itu telah beredar luas sampai ke pelosok desa.

Investigasi media ini,Beberapa jenis rokok yang masih beredar dipasaran saat ini yakni rokok Merk H mind, diproduksi PT.FI(perusahaan berdomisili dikota Batam) Luffman merah,Luffman putih, Luffman mild di diduga diproduksi oleh PT.LI (berdomisili di kota Batam) dan kedua perusahaan tersebut adalah diduga satu management.

peredaran rokok tanpa merekatkan pita cukai itu,masih mudah didapati,sejumlah toko atau warung pengecer secara kucing-kucingan untuk menperjual belikan kepada masyarakat,hingga terkesan ada pembiaran dari aparat penegak hukum.

“biasanya saya membeli diarea Batam center bang, diwarung langganan saya,kios kaki lima juga ada,hanya saja harga berbeda-beda, pemilik warung tidak memajangnya, seperti jenis rokok lainnya”,kata sumber media ini,meminta namanya tidak dipublikasikan.

Ia mengatakan,biasanya dia (sumber)ini adalah salah satu penikmat rokok jenis H mind,karena selain harga terjangkau menurutnya rasa juga tidak kalah jauh dari rokok yang harganya mahal.
” rokok H mind 12 batang Harganya murah hanya Rp8ribu ,H mind Bold Rp11 ribuan/bungkusnya.katanya,(06/09/20)

Lebih lanjut ia mengatakan,Selain jenis rokok H mind,jenis rokok putih merek Luffman merah dan putih ke abu-abuan, juga ada di warung tempatnya berbelanja.
“Kalau luffman merah dan putih bang ada juga,kalau tidak salah harga 7 ribuan bang,saya biasa membelinya untuk teman kost saya,karena rokoknya jenis rokok putih,emang kenapa bang,ada masalah ya?ungkapnya bertanya.

Perlu diketahui sebelumnya
Bea Cukai telah memberikan kelonggaran terhadap perusahaan yang mendapatkan kuota rokok FTZ, agar menghabiskan kuotanya dikawasan KPBPB.tetapi sampai saat ini rokok tanpa pita cukai atau rokok polos tersebut masih tetap beredar luas dipasaran.

peredaran beberapa jenis Rokok illegal tentunya negara mengalami kerugian yang sangat besar dari segi pendapatan pajak,merujuk atas penangkapan yang belum lama ini yang dilakukan oleh Tim Patroli Sea Rider KP.Yudistira-8003 Korpolairud Baharkam Polri,Nilai kerugian yang dialami negara diperkirakan saat itu tidaklah tanggung tanggung cukup fantastis mencapai 15 Millyar Rupiah.

Dan nilai kerugian Negara yang diperkirakan atas barang ilegal tersebut adalah masih hanya nilai barang(rokok) yang hendak yang diselundupkan keluar Batam saat itu,belum termasuk sejumlah rokok yang sudah berhasil diedarkan dalam lokal serta ke propinsi lainnnya.

Padahal sudah sangat jelas atas sanksi bagi produsen dan pengedar rokok ilegal ,hal itu telah diatur di dalam undang-undang,adapun sanksi akibatnya cukup berat tidak hanya sanksi pidana, namun juga denda dimana akan dijatuhkan bagi produsen dan pengedar rokok tanpa cukai tersebut. Berdasarkan Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, ancaman hukuman penjara bagi produsen rokok illegal minimal satu tahun dan maksimal lima tahun, serta sanksi denda paling sedikit Rp 20 juta.

Atas peredaran rokok berbagai jenis tersebut,dimana tidak merekatkan pita cukai ini terkesan tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum,sebab keberadaannya laris manis diperjual belikan dipasaran kepada masyarakat.

Saat media ini mendatangi perusahaan (07/09),yakni PT .F.I berlokasi di salah satu kawasan Batam center,namun belum berhasil untuk menemui pihak management,sebab petugas keamanan/Security perusahaan tidak mengizinkan awak media ini masuk ke dalam perusahaan untuk kepentingan konfirmasi dan klarifikasi pada pihak manajemen yang memproduksi jenis rokok tersebut.

Menurut petugas disana, mereka tidak bisa memberikan izin masuk jika sebelumnya awak media ini belum ada janji kepada pihak manajemennya.
“Sudah ada janji pak sebelumnya, kalau belum ada janji tidak bisa masuk pak”,katanya.sembari petugas keamanan perusahan tersebut meminta awak media ini untuk menuliskan apa kepentingan
di selembar kertas yang telah disediakan.
“tulis saja disini pak nanti kita sampaikan kedalam”,kata petugas keamanan disana.|Is/red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *