Bos Link Hotel Batuaji Tidak Patuh UU Tenaga Kerja,Main Pecat Karyawati Secara Sepihak

oleh -669 views

Batam|Demimasanews.com
Tenaga kerja di perusahaan merupakan sumber daya manusia yang bertindak memajukan dan mengembangkan perusahaan untuk mencapai target.

di dalam Undang Undang Ketenagakerjaan telah menjelaskan hak dan kewajiban serta hukum terkait ketenagakerjaan antara pengusaha dan pekerja, sebagaimana diatur pada UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban yang didapat oleh kedua pihak secara adil.
Anehnya,walaupun sudah ada Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mengatur tentang hukum ketenagakerjaan tersebut,tetapi masih ada sebagian perusahaan yang seringkali mengabaikan peraturan yang ada,dan hal ini bisa saja terjadi sebaliknya.

Salah satunya adalah vanny Fadhila,32 th.karyawati Link Hotel batuaji kota batam,dia(vanny)sangat kaget ketika mengalami ketidak adilan oleh bosnya sendiri,Vanny di pecat tanpa ada peringatan tertulis  sebelumnya layaknya karyawati lainnya,hingga pada saat masuk kerja vanny fadhilla di cegat pihak security hotel di pintu masuk, hingga tidak diperbolehkan memasuki ruangan kerjanya.

Vanny menyampaikan kemedia ini,bahwa bos pemilik Link Hotel telah memecatnya dengan tuduhan yang tidak berdasar,dia dituduh melakukan pelanggaran kerja meski vanny tidak pernah merasa melakukannya.

“Saya dipecat oleh pemilik Link Hotel,tetapi surat pemecatan saya tidak ada,dia(pemilik hotel)tidak mau memberi surat pemecatan,dan maunya,saya harus membuat surat pengunduran diri.kata vanny(28/11).

Lebih lanjut vanny mengatakan,pak David pemilik hotel tidak bersedia membayarkan sisa kontrak yang masih berjalan sampai bulan maret 2021 kedepan,tetapi hanya bisa  memberikan satu bulan upah kerjanya sementara dalam kontrak kerja  tidak menjelaskan seperti itu.

“pak david yang memecat saya tidak bersedia membayarkan sisa kontrak kedepan,padahal kontrak kerja masih berjalan beberapa bulan kedepannya,dan di dalam kesepakatan kontrak kerja tidak ada menjelaskan terkait perhitungan pesangon akan dibayarkan satu bulan upah,hal itu disepakati oleh kedua bela pihak”.katanya.

Vanny Fadhilla tidak terima atas perlakuan bosnya yang seenaknya menuduh dirinya melakukan kecurangan,dia merasa sangat tersinggung dengan tuduhan kecurangan tersebut,hingga meminta kembali pemilik link Hotel dapat membuktikan tuduhan kecurangan yang di maksud.

“Saya tidak takut karena saya merasa tidak salah,pak David menuduh saya lakukan pelanggaran,dan hal itu harus dibuktikannya supaya jangan fitnah nantinya”ungkapnya.

Atas perlakuan bos hotel link yang dianggapnya semena mena,Vanny akan melaporkannya kepada dinas tenaga kerja kota Batam dimana ia  ketahui,disana ada bidang pengawasan dan bidang perselisihan tenaga kerja.

“hal ini akan saya laporkan kedinas tenaga kerja kota Batam,dalam hal untuk penyelesaiannya,sebab pemilik link hotel tidak memperkenankan saya masuk kerja,saya dicegat oleh security hotel di pintu masuk,hingga saya tidak mengetahui kejelasan status kerja saya atas larangan tersebut,katanya.

Atas pemutusan hubungan kerja sepihak yang dilakukan kepada Vanny Fadhilla,management link hotel sampai saat ini belum bersedia memberikan penjelasan.
Pak David,selaku pemilik link hotel tidak menjawab pertanyaan awak media ini,walau sebelumnya telah di kirimkan pesan konfirmasi bahkan secara berulang tapi sayang Bos yang pecat karyawatinya tersebut memilih tidak menjawab,meski terlihat pesan telah terkirim ke nomor whatsApp pribadinya.
Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *