Oknum Kepala Desa Adu mulut Dengan Pemilik Lahan,Proyek PEN di Duga Serobot Lahan Marga Simatupang

oleh -2.788 views

Demimasanews|Taput
Proyek pembangunan jamban beserta sanitasinya di SDN No.177924 Silosung,kecamatan Simangumban,Tapanuli utara,diduga Serobot Lahan Warga.
Adapun Proyek pembangunan jamban beserta sanitasinya tersebut yang dikerjakan CV.Era Global Mandiri dimana sumber anggarannya berasal dari PEN senilai Rp. 149.730.800.

Sebelumnya,kata pemilik lahan telah mengingatkan pihak pekerja dilokasi,supaya tidak meneruskan pengerjaannya,sebelum didudukkan bersama dengan pemilik lahan yaitu keluarga Mangandar sianturi.
Namun peringatan tersebut tidak diindahkan pekerja karena seruan kepdes silosung Lambok Panjaitan untuk meneruskan pengerjaannya.

“Kami pihak keluarga sebelumnya telah menyampaikan kepada mereka pekerja,supaya tidak melakukan pekerjaan diatas lahan kami,tetapi tidak diindahkan karena seruan Kepala desa silosung,katanya 24/12/12.
Kepala desa seakan pasang badan atas proyek PEN ini,ada apa,apakah dia kepdes pemborong proyek ini?ungkapnya bertanya.

Adapun proyek pembangunan jamban di lokasi persekolahan ini dikatakan pemilik lahan tidaklah dibutuhkan,sebab di area sekolah sebelumnya telah tersedia 3 unit ruang toilet.
“Pembangunan Jamban dilokasi ini sebenarnya tidak urgent,dan pihak sekolah tidak membutuhka itu,dikarenakan toilet sudah tersedia sebelumnya,ungkap pantas simatupang salah satu ahli waris,anehnya saat saya mendatangi lokasi untuk bertemu pihak kontraktor pelaksannya,kenapa kepala desa ada disana dan pasang badan,harusnya dia kepdes sebagai penengah dalam permasalahan ini,tetapi kenapa dia yang keberatan dan sempat adu mulut dilokasi proyek.kata pantas simatupang.

Terkait hal ini,kepala sekolah silosung ibu sitorus menyampaikan, atas pembangunan jamban di sekolah tersebut,dikatakannya tidak tahu menahu karena dia baru di tempatkan di sekolah tersebut,terkait proyek silahkan ditanyakan kepada kepala desa.
“Saya tidak mengetahui proyek tersebut,saya hanya ditugaskan untuk melaporkan tahap pengerjaannya supaya dikerjakan dengan baik saya baru ditugaskan menjadi kepala sekolah di sini.katanya melalui selularnya dalam bahasa daerah.

Sampai saat ini belum ada penjelasan dari pemilik proyek hingga kejelasan lahan sekolah  ini,keluarga atau pemilik lahan meminta pemerintah kabupaten melalui dinas pendidikan taput bisa tanggap hal ini,duduk bersama untuk kebaikan semua pihak.

“Saya berharap pemkab taput bisa tanggap atas ini,sebab kami pihak keluarga Pemilik lahan tidak merelakan lahan kami dijadikan pembuangan limbah manusia,ini penting dan berharga bagi kami,kami peduli dan menghargai kerja keras orang tua atau oppung kami.imbuhnya kesal.

Untuk diketahui adapun Proyek pembangunan jamban beserta sanitasinya tersebut senilai Rp. 149.730.800,menurut kepala sekolah ibu sitorus,terkait proyek tidak tahu menahu,dan ini secara tiba tiba,ini adalah atas nama kepala desa silosung mungkin bisa ditelusuri,katanya saat dihubungi  melalui selularnya.
“Saya tidak mengerti terkait proyek tersebut,itu atas nama kepala desa silosung,saya tidak membutuhkan pembangunan jamban,sebab di sekolah sudah tersedia,silahkan ditelusuri ke kepala desa”katanya.

Lebih lanjut ia (kepala sekolah) menyampaikan,selain untuk  menetelusuri kepada kepala desa silosung,serta berjanji untuk waktu dekat bersedia hadir untuk menjelaskan kepemilik lahan marga sianturi di desa silosung Simangumban dan akan datang membawa berkas yang ada.

Atas penyerobotan lahan warga tersebut,pemilik lahan sangat menyayangkan sikap dan tindakan kepdes silosung,dimana secara sengaja sewenang wenang untuk membangun di lokasi tanah kami,hingga pasang badan atas proyek yang ada.

“Saya sangat menyayangkan sikap kepala desa silosung,dimana terlihat pasang badan atas proyek ini,sementara kami pihak keluarga sianturi tidak pernah duduk bersama atas segala pembangunan yang ada,lagi pula disinikan sudah tersedia toilet kenapa harus dibangun lagi.kata pemilik lahan pantas simatupang.

Lebih lanjut ia mengatakan,
Sangat keberatan atas berdirinya toilet di lahan tersebut,dikarenakan orang tua kami masih ada sampai saat ini, mengapa tidak didukkan bersama untuk kebaikan semua pihak.

“Orang tua,nenek kami masih ada,mengapa tidak dilibatkan dalam hal ini,kami tidak setuju lahan kami dijadikan tempat pembuangan limbah manusia,sebab ini sangat berharga bagi kami,katanya.

Dalam hal ini,pihak keluarga sianturi
Meminta  Bupati Taput melalui dinas pendidikan bisa memberikan perhatian terkait hal ini,untuk kebaikan semua pihak.
“Kita berharap Bupati Taput dapat memberikan perhatian terkait permasalahan ini,kita bersedia diajak bernegosiasi atas lahan sekolah untuk kemajuan pendidikan di tapanuli utara.katanya.|Darwin S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *