Untuk Proses Hukum,Ahli Waris Menunggu Surat Resmi ATR-BPN Taput Atas Penerbitan Sertifikat Tanah Warisan

oleh -894 views

Demimasanews.com|Taput
Pemilik tanah(ahli waris)keluarga besar Almarhum Mangandar Sianturi di dusun parhaporasan Desa Silosung,kecamatan simangumban,Tapanuli utara,berencana akan melaporkan kepihak kepolisian yakni Polda sumut,jika benar sertifikat sebidang tanah warisan mereka yang berada di desa silosung simangumban tersebut telah diterbitkan oleh Instansi terkait.

Sesuai informasi yang diketahui adapun pengajuan penerbitan Sertifikat sebidang tanah warisan keluarga tersebut,di informasikan telah usulkan oleh kepala sekolah SDN. Silosung Simangumban ibu sitorus,sesuai perintah Dinas pendidikan setempat juga konon katanya ketahui dan ditanda tangani kepala Desa Silosung Lambok Panjaitan.

dan sampai saat ini ahli waris masih menunggu surat resmi dari ATR/BPN kantah Tapanuli utara,untuk mengetahui kebenarannya,sebab hal itu menurut ahli waris yang dikuasakan yakni Pantas Sianturi,sangatlah perlu untuk memastikan fisik sertifikat yang diterbitkan,serta siapa siapa saja yang terlibat nantinya dalam hal pengurusannya.

“Saya masih menunggu surat pernyataan resmi oleh kepala kantor ATR-Badan Pertanahan Nasional Taput,sebab sebelumnya saya telah menyurati Intansi tersebut supaya memberikan informasi,apakah benar atas penerbitan sertifikat Tanah warisan kami telah diajukan dan diterbitkan,dan setelah itu kita akan mengambil langkah kedepan mana yang perlu diselesaikan”katanya kemedia ini 09/01/2021.

Sebelumnya,ahli waris pantas Sianturi menyampaikan telah mengingatkan kepala sekolah SD desa silosung,supaya meralat dengan segerah dan segala berkas berkas yang telah diserahkan ke dinas pendidikan Tapanuli utara, atau keintansi lainnya atas mana yang menjadi lahan sekolah, sebab surat asli lahan masih utuh tersimpan pada keluarga ahli waris alm.Mangandar Sianturi.

“Saya sudah menemui kepala sekolah ibu sitorus kerumah kediamannya di pasar Simangumban,agar segerah meralat semua berkas berkas yang diserahkannya,sebab kita tahu itu semua dokumennya tidak sesuai surat lahan,mereka menentukan batas batas yang salah,sebab dasar penentuan batas wilayah lahan berdasarkan Surat hibah di lahan yang berbeda bukan lahan saat ini”.ungkap pantas sianturi.

Lebih lanjut dia mengatakan,sebelumnya sudah menjelaskan kepada kepala sekolah tersebut ,atas batas wilayah tanah warisan mereka,tetapi sepertinya tidak di indahkanya,hingga meneken kan (menyuruh warga pendatang untuk menanda tangani)dan kepada orang atau warga setempat yang dimana tidak berkaitan dengan kepemilikan lahan,dimana tidak sesuai yang tertera disurat batas lahan yang ada.

“Batas batas tanah dari arah utara,timur,selatan hingga sebelah barat,semua tertera di surat yang kita miliki,tetapi dia(kepsek) menyuruh salah satu warga disana untuk menanda tangani batas batas wilayah tanah ,apa kaitannya Atas nama Mei tobing(warga pendatang) meneken batas wilayah di lahan tersebut?berdasarkan surat dari mana,ungkapnya bertanya.

Sebelumnya media ini telah memberitakan di edisi sebelumnya,dimana oknum kepala desa terlihat pasang badan atas proyek PEN,Diduga menyerobot lahan warga,atas itu pemilik lahan Sempat Adu mulut dengan kepdes atas proyek tersebut. hingga saat ini pemilik lahan masih menunggu untuk penyelesaiannya untuk kebaikan semua pihak.

sesuai penjelasan kepala sekolah sudah menyampaikan hal ini ke dinas pendidikan melalui korwil(kordinator wilayah) dan pada hari selasa depan ini (12/02/21) kordinator pendidikan wilayah kecamatan simangumban akan datang ke desa silosung,untuk menemui pemilik lahan dalam hal kejelasannya.

“Saya tidak tahu atas lahan ini saya sudah melaporkan ke dinas,hari selasa pak korwil akan datang dalam hal ini,sudah lebih baik kita bahas disana”.katanya disampaikannya dalam bahasa daerah.
Atas ini pemilik lahan (ahli waris)
Akan tetap menunggu niat baik atas permasalahan ini untuk kebaikan semua pihak.

“Kita masih menunggu pihak pihak yang terkait dalam hal ini,semoga mereka bisa menjelaskan dan agar membuka dokumen lahan
Yang mereka miliki,jika benar telah menerbitkan sertifikat atas tanah/ lahan kami, kita akan mempertanyakan apa dasar mereka,mengajukan sertifikat lahan atas tanah kami?

Masih kata pantas,hukum apa yang mengatur batas wilayah tanah bisa ditanda tangani orang yang tidak berkaitan dengan
Kepemilikan Tanah?semoga dapat dijelaskan nantinya.katanya mengakhiri.*il-redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *