Bupati Taput Diminta Tidak Menutup Hati Atas Lahan Warga,Penerbitan Sertifikat Siapa yang Benar?

oleh -632 views

Demimasanews.com|Taput
Terkait permasalahan sebidang tanah warisan Alm.Mangandar Sianturi,dimana telah di pakai untuk pembangunan ruang kelas baru, pembuatan Kamar mandi sebanyak tiga pintu dan baru ini pem bangunan pembuatan jamban beserta sanitasinya(Dana PEN).
Adapun setiap pembangunan adalah proyek Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tapanuli utara.

Atas persoalan yang ada Bupati Taput Drs.Nikson Nababan menanggapi keluhan ahli waris.
Bupati menyarankan agar di Konsultasikan kepada kepala Badan Kepegawaian,keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD)Tapanuli utara.
“Jumpai saja kepala BPKPAD,bapak James Simanjutak dikantornya.”Katanya.
melalui akun pribadinya,26/01/21.

Melalui Kaban.BPKPAD Ir.James Simanjuntak,MM kepada keluarga Alm.Mangandar Sianturi,mengatakan saat ditemui,atas sebidang tanah keluarga tersebut telah mememiliki sertifikat yang diterbitkan oleh kementerian ATR/BPN kantah.Kabupaten Tapanuli utara,penjelasan itu di sampaikannya kepada keluarga Alm.Mangandar Sianturi, tidak berbeda dengan yang utarakan sebelumnya oleh Pegawai bidang Aset di kantornya di Tarutung.

Terkait informasi yang disampaikan Bapak James Simanjuntak,ahli waris telah menyurati Badan pertanahan Nasional kantah.Kabupaten Tapanuli utara,anehnya atas informasi yang disampaikan pemkab tapanuli utara berbanding terbalik dengan Badan Pertanahan Nasional Taput.

Informasi penerbitan sertifikat sudah diklarifikasi ternyata tidaklah sesuai dengan penyampaian kepala BPKAD Pemkab taput yakni Bapak James Simanjuntak,adapun penjelasan
Melalui surat Badan pertanahan Nasional kepada ahli waris yang di tujukan kepada Pantas Sianturi,dimana atas penerbitan sertifikat SDN.177924 di desa silosung kecamatan Simangumban di jelaskan dalam surat belum ada penerbitannya tetapi masih dalam proses,siapa yamg mengajukan sertifikat tidak dijelaskan dalam surat.
dalam hal itu BPN kantor pertanahan Kabupaten Tapanuli utara mengundang ahli waris untuk mengikuti rapat yang di laksanakan di kantor desa silosung 02/02/2021.

Dalam Rapat yang digelar di kantor desa Silosung,terlihat dihadiri kepala dinas pendidikan taput,camat Simangumban,pihak BPN,kepala desa, akan tetapi di nilai tidak ada solusi yang disampaikan dalam rapat kepada Keluarga alm.Mangandar Sianturi sebagai pemilik tanah.

Kembali kepenerbitan Sertifikat yang disampaikan Kepala BPKPAD pak james simajuntak,akan tetap menjadi pertimbangan pada ahli waris,akan terus menelusuri kebenarannya sebab menurut ahli waris,mereka tidak harus langsung menelan bulat jawaban terlulis dari Badan pertanahan,walau surat itu di tanda tangani Kepala seksi Survey dan pengukuran Mirwan Rifai S.ST.

“pertimbangannya begini,sangat tidak mungkin seorang kepala BPKPAD,Bapak James
Simanjuntak, menyampaikan informasi sembarangan jika tidak berdasarkan sumber yang pasti,tentu beliau sudah memiliki Bukti atas penerbitan sertifikat yang dikeluarkan Kementerian ATR/BPN kantah.Kabupaten Tapanuli utara tersebut”kata pantas.

Masih kata pantas sianturi,terkait Pendikan,saya masih tetap peduli dengan pendidikan di desa silosung,dan terkait bangunan sekolah harapan kami selama ini tidak diperluas itu saja,sebab sangat merugikan kami,selama ini gedung sekolah yang yang ada tidak ada kendala, tidak ada yang ribut seperti saat ini,meski pemerintah terdahulu selalu berjanji akan ada pergantian hak atas lahan yang dipakai tetapi tidak pernah terealisai sampai saat ini.

lebih lanjut ia menjelaskan,terkait pernyataan salah satu korwil pendidikan dinas pendidikan,wesli Sianipar atas pemindahan peserta didik,itu pernyataan yang mengada ada,tidak baik rasanya seorang pendidik menyampaikan hal hal yang demikian,baiknya mencari solusi dan sebagai pendidik harus berbicara yang baik,bukan menyampaikan pernyataan yang saya nilai mengadu domba.

Dari dulu beberapa anak didik dari desa lain bisa ditampung di gedung awal,bahkan lebih dari jumlah murid yang ada saat ini.diberitakan salah satu media online,ahli waris akan menarik tanah yang dihibahkan,atas itu mereka dari dinas pendidikan akan memindahkan sebagian peserta didik ke sekolah terdekat,aneh rasanya ada pernyataan menarik tanah yang sudah di hibahkan.

Ia berharap kepada Bupati Taput Drs.Nikson Nababan akan memeberikan Solusi terkait tanah warisan tersebut,sebab menurutnya sudah cukuplah tanah yang di pakai selama ini sesuai gedung pendirian Sekolah awal,sebab itu sudah sangat memadai untuk menampung peserta didik di desa silosung,sebab jumlah kepala keluarga hanya kurang lebih 60an kepala keluarga keseluruhannya.

“Saya yakin Bapak Bupati tidak menutup hati atas persoalan ini,Tanah warisan itu tidaklah luas jangan dikuasai Pemerintah semua,gedung sekolah awal sangat bisa menampung anak didik setempat mengapa selama ini memperluas pemakaian tanah lagi tanpa ada permintaan dan penyerahannya”katanya.il|red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *